Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tentang Cat Primer, Jenisnya, dan Kapan Sebaiknya Digunakan

Apa itu cat primer? Kapan sebaiknya produk ini digunakan? Dan apakah produk “self-prime” paint bisa menggantikan fungsi bahan finishing ini? Yuk, kita bahas di bawah ini.

cat primer adalah merk

Pengertian

Cat primer adalah produk finishing yang memiliki fungsi sebagai binding layer alias lapisan pengikat. Produk ini tergolong undercoat dan memiliki banyak manfaat setelah diaplikasikan:

  • Membuat lapisan cat (warna), pernis, dan dempul menempel lebih baik dengan hasil yang juga lebih rata. 
  • Dengan sifatnya yang bisa mengikat permukaan media dengan cat, maka hasil finishing secara umum lebih tahan lama
  • Beberapa tipe bisa membantu "blocking" sehingga lapisan-lapisan finishing tidak bercampur.

Produk ini umumnya mengandung 3 komponen, yakni resin sintetis, solvent, dan additive. Komponen terbesarnya adalah solvent atau pengencer, dan karenanya produk seringkali ini memiliki wujud lebih encer.

Jenis-jenis Cat Primer

Hingga hari ini, terdapat beberapa macam primer yang dijual di pasaran. Dengan mengenalnya, Anda akan tahu apakah Anda memerlukan produk tersebut atau tidak. Sebab hingga hari ini, masih banyak yang bingung dan bahkan salah mengambil keputusan saat membeli produk itu.

1. Tipe untuk Kayu

Kayu menjadi tantangan tersendiri untuk dicat. Dengan porositasnya, kayu bisa menyerap banyak produk cat atau malah tidak bisa berikatan dengan baik dengan cat. Oleh sebab itulah, digunakan lapisan priming. 

Dulu, bahan yang digunakan pasti berpelarut solvent yang akan kering setelah 24 jam. Namun kini, tersedia produk-produk baru baik yang berbasis air ataupun yang solvent, yang bisa kering jauh lebih cepat.

2. Tipe untuk Tembok

Jenis kedua adalah produk untuk priming dinding. Produk ini sangat direkomendasikan ketika Anda hendak mengecat dinding baru. Adapun untuk dinding yang sudah dicat, penggunaannya bisa dilewati. Manfaat penggunaan bahan ini sendiri:

  • Jadi lebih hemat cat. Dan demikian, ongkos yang dikeluarkan juga jadi lebih hemat. Sebab tanpa lapisan priming, cat warna akan meresap banyak ke dinding sehingga menjadi begitu boros.
  • Hasil pengecatan yang lebih bagus dan tak perlu aplikasi warna terlalu banyak.

3. Cat Primer untuk Bonding 

Tipe ini digunakan sebagai binding layer untuk media yang sangat sulit dicat. Misalnya saat kita hendak mengecat keramik dan beberapa jenis plastik. Tanpa penggunaannya, cat akan sangat sulit, bahkan mustahil menempel.

4. Stain Block Priming

Beberapa kayu menghasilkan getah yang bisa merusak hasil finishing. Getah menyebabkan fenomena bleeding. Selain kayu, beberapa material juga memiliki masalah serupa ketika difinish, misalnya krayon. Nah untuk material-material tersebut, kita bisa memakai stain block primer. 

5. Primer untuk Bebatuan

Beberapa produk batu (dari tembok sampai wastafel) juga butuh suatu produk priming tersendiri. Apalagi ketika pH-nya berlainan. Dan memang ada beberapa produk yang didesain untuk kebutuhan ini.

Pengecualian:

Jenis-jenis cat primer di atas memiliki fungsi spesifik. Tapi dengan makin berkembangnya teknologi, sekarang ada produk yang bisa dikatakan sebagai pengecualian. Keduanya adalah:

6. Self-priming Paint

Beberapa cat sudah mengandung primer. Produk-produk ini adalah produk baru yang sedang begitu populer saat ini. 

Tapi, sebaiknya kita “kritis” dengan produk-produk tersebut. Kenapa demikian? 

Sebab meski produk ini mengklaim berkualitas bagus, namun kadangkala ia tidak bisa memenuhi kebutuhan kita. Apalagi bila kita memerlukan produk spesifik seperti stain block. Daripada membeli self priming paint, akan lebih baik bila kita membeli primer stain block dan cat secara terpisah. 

Tips kami, bila Anda hendak menggunakan cat self-primed, Anda harus memastikan kualitasnya dengan cermat dan bahwa spesifikasinya memenuhi harapan Anda. Apalagi bila Anda sedang mengerjakan proyek pengecatan untuk kebutuhan profesional dan industri.

7. Cat Primer Multipurpose

Selain self-primed paint, ada juga produk multipurpose. Saran kami sama dengan di atas. Pastikan dulu produknya sesuai dengan kebutuhan Anda, terutama bila kebutuhan Anda bersifat spesifik.  

Tips saat Membeli dan Aplikasi

  • Beli produk yang sesuai dengan jenis media yang hendak diprimer. Untuk kayu, maka belilah produk yang didesain untuk kayu. Pun begitu bila Anda hendak mengecat dinding, belilah produk untuk dinding.
  • Jangan terkelabui dengan harga. Utamakan kualitas dan spesifikasi.
  • Gunakan produk sesuai kebutuhan. Apabila memang Anda tak merasa perlu menggunakannya, maka tak usah juga membeli produk ini.

Contoh Merk Cat Primer

Di pasaran, produk ini kadang hadir dengan istilah "cat dasar". Beberapa merk yang populer di pasaran antara lain:
  • Cat dasar sealer Dulux Interior 
  • Cat dasar anti-alkali Nippon 3-in-1 
  • Penta PP primer plastic 
  • Nippon Paint Pylox Surfacer
  • Cat Nippe Epoxy Surfacer 2 komponen
  • Epoxy Surfacer 2 komponen Danapaint
  • Dulux Weathershield untuk cat dasar exterior
  • Propan Acrylux
  • Cat dasar Sapporo
  • Cat dasar Kansa Paint
  • Dan berbagai merk lainnya yang tak bisa disebutkan satu per satu.

Intisari

  • Cat primer adalah cat yang didesain untuk membantu aplikasi bahan finishing lain supaya bisa menempel lebih baik pada media. Kadang cat ini juga digunakan untuk keperluan spesifik seperti anti bleeding.
  • Aplikasi produk ini bisa membuat hasil finishing lebih baik dan lebih hemat
  • Terdapat berbagai jenis primer dari yang didesain untuk kayu, tembok, batu, dan lain sebagainya.
  • Merk produk ini juga sangat beragam dari Dulux sampai Penta.
  • Pilih produk sesuai dengan kebutuhan Anda. Telitilah juga saat membeli.

Semoga informasi ini bermanfaat untuk Sahabat Kia!

Posting Komentar untuk " Tentang Cat Primer, Jenisnya, dan Kapan Sebaiknya Digunakan"