Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kekurangan-kekurangan Lantai Epoksi dari Masalah Harga hingga Baunya

Mau beli dan pasang lantai epoxy? Simak dulu kekurangan lantai epoksi di bawah ini. Gunakanlah sebagai pertimbangan supaya Anda bisa memperoleh produk yang tepat, sekaligus mengantisipasi kekurangan yang ada.

Kekurangan Lantai Epoksi

Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas 7 kelebihan lantai epoksi. Nah, di kesempatan ini, kita akan membahas kekurangannya. 

7 Kekurangan Lantai Epoksi

1. Meski Tahan Lama, Tapi Tidak Selamanya

Nothing is last forever! Tidak ada sesuatu yang bisa bertahan selamanya. Demikian pula dengan lantai epoksi. 

Dalam banyak kasus, pada mulanya lantai masih akan baik-baik saja. Namun ketika terpapar dengan bahan kimia yang keras atau beban berat, lapisan lantai akan mengikis (mengelupas). Keindahan lantai akan menurun meski kekuatannya masih baik. Dan seiring berjalannya waktu, Anda harus memperbaiki atau menggantinya.

2. Licin

Hati-hati! Salah satu kekurangan terbesar lantai epoxy dibanding lantai jenis lain adalah sifatnya yang licin. Utamanya, kekurangan ini perlu diperhatikan betul pada produk epoxy solvent based. Ketika basah, tingkat kelicinan tersebut akan semakin meningkat sehingga sangat membahayakan.

Untungnya, beberapa manufaktur sudah menyediakan sifat anti slip pada produk-produk mereka. Dengan demikian, kekurangan ini sedikit banyak bisa diatasi. 

Namun sebagai pembeli, kami menyarankan pada Anda untuk memerhatikan ada tidaknya feature anti slip pada coating yang hendak diinstal (dipasang).

3. Perlu Persiapan yang Teliti Sebelum Aplikasi

Kekurangan lantai epoksi lainnya yang tak bisa diabaikan adalah syarat-syarat pra aplikasinya yang lumayan detil. Banyak hal yang harus dipastikan mulai dari kebersihan lantai, lubang yang harus diisi, kandungan solvent atau minyak yang harus dibersihkan, dan lain sebagainya. 

Epoxy bisa disebut sebagai cat lantai yang "rewel." Apabila treatment pra aplikasinya tidak bagus, hasil pemasangannya pun akan benar-benar terpengaruh (menjadi tidak baik). Dan tentu saja, pekerjaan pra aplikasi seperti ini lumayan menyulitkan. 

Hanya saja, seiring dengan semakin berkembangnya teknologi floor coating, semakin banyak pula manufaktur yang menawarkan epoksi yang “lebih mudah digunakan.” Namun demikian, epoxy tetaplah merupakan cat yang tricky sehingga persiapan sebelum aplikasinya harus dilakukan dengan hati-hati.

4. Aplikasi Perlu Keterampilan dan Kesabaran

Selain memerlukan persiapan pra aplikasi yang cermat, aplikasi epoksi sendiri memakan waktu cukup lama. Untuk mengaplikasikan lapisan baru dibutuhkan waktu yang tidak sebentar. Selain itu, perlu tukang yang ahli atau yang terbiasa menginstal produk ini supaya hasilnya yang bagus dan juga kuat. 

Bagaimana dengan epoksi 1K? Cat epoxy 1K sebetulnya adalah produk modifikasi yang sudah dicampur dengan bahan lain. Produk seperti ini biasanya dipakai sebagai clear coat saja dengan perlindungan yang tidak begitu besar. 

Aplikasinya sendiri memang lebih mudah. Bila Anda terbiasa melakukan pelapisan lantai dengan akrilik, semestinya Anda akan dengan cepat menguasai pelapisan dengan cat 1 K.

5. Bau yang Kurang Enak

Bahan ini memiliki bau yang sama sekali tidak enak. Pasca aplikasi Anda akan mendapati bau amonia yang menguar di udara. 

Untuk produk yang non solvent free, bau tersebut biasanya ditambah dengan bau pedas menyengat dari Volatile Organic Contents. Dus, penggunaan masker sangat kami sarankan. Selama proses drying time, hindari juga dekat-dekat dengan area pengecatan kecuali Anda menggunakan masker dan hendak melakukan pengecekan yang diperlukan. 

6. Kekurangan Lantai Epoksi dari Aspek Ekonomi

Penggunaan lantai epoxy tak memerlukan tambahan bahan lain yang cukup banyak. Namun, bukan berarti Anda hanya membeli epoksi saja. Anda tetap harus membeli perlengkapan aplikasi seperti pakaian yang aman, masker, kacamata, dan lain sebagainya. 

Selain itu, untuk pembersihannya diperlukan juga suatu pembersih khusus untuk lantai ini. Produk pembersih ini penting sebab permukaan lantai memang tak bisa dibersihkan dengan sembarang bahan.

7. Awas Kelembaban yang Terjebak

Setelah proses curing selesai, lantai akan membentuk lapisan yang sangat solid dan keras. Meskipun, hal ini memberikan keuntungan dari sisi teknis, akan tetapi, lapisan yang super solid tersebut membuat tidak ada "jalan keluar sama sekali" bagi kelembaban yang terjebak.

Padahal, pada coating lantai, masalah terjebaknya kelembaban bisa membuat hasil finishing jadi jelek. Perbaikan sangat diperlukan bila hal itu sampai terjadi.

Baca juga: Ulasan Produk Propan Polyfloor

Ringkasan Kelebihan dan Kekurangan Lantai Epoksi

Berdasarkan penjelasan di artikel ini dan penjelasan pada artikel yang lalu mengenai 7 kelebihan lantai epoksi, bisa diringkas keunggulan dan kelemahan lantai ini antara lain:

  • Kelebihan: indah, durabel serta tahan lama, harga terjangkau, resisten, perlindungan yang baik pada lapisan di bawahnya, dan meningkatkan keamanan ruangan.
  • Kekurangan: tetap perlu diganti, licin, proses pre aplikasi yang rumit, butuh keahlian yang baik dalam mengaplikasikannya, bau kurang enak, tetap perlu bahan tambahan, masalah kesalahan finishing seperti kelembaban yang terjebak.

Sebaiknya Beli Lantai Ini Tidak ya?

Untuk membeli atau tidak membeli lantai ini, diperlukan suatu pertimbangan pribadi (sesuai keperluan Anda). Saran kami, bila Anda memutuskan untuk menginstal lantai ini, carilah yang kualitasnya baik. Salah satu yang penting diperhatikan adalah feature anti slip. Sebab bila tidak ada fitur tersebut, lantai bisa membahayakan penghuni ruangan.

Kiranya, semoga informasi tentang kelebihan dan kekurangan lantai epoksi ini bermanfaat ya. Terus ikuti update artikel menarik yang lainnya di Kiafinishing.com.

Posting Komentar untuk "Kekurangan-kekurangan Lantai Epoksi dari Masalah Harga hingga Baunya"