Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lengkap! Penjelasan tentang Pernis Bersama KiaFinishing.com

Pernis adalah salah satu bahan finishing yang dicirikan dengan sifatnya yang bening. Produk ini bisa digunakan setelah wood stain atau setelah lapisan lainnya. Seperti apa saja sifat bahan ini dan apakah plitur termasuk golongan varnish? Yuk temukan jawabannya di sini.

Pengertian Varnish

Sahabat Kia, dalam proses finishing, pengrajin atau para pekerja bangunan sering menggunakan bahan-bahan yang bukan sekedar pewarna. Untuk dasaran, mereka menggunakan kompon, setelah itu mereka menggunakan primer. Dan kemudian pasca aplikasi pewarna, mereka masih menggunakan varnish atau pernis.

pernis adalah

Image source Thisoldhouse.com

Varnish sendiri merupakan suatu produk finishing yang dicirikan dengan:

  1. Sifat yang transparan. Umumnya memiliki warna natural (namun tetap transparan) dan jumlah pewarnanya sangat sedikit
  2. Umumnya diaplikasikan di akhir pengecatan setelah bahan lainnya
  3. Memberikan proteksi dan memengaruhi kilap cat

Sinonim Pernis

Varnish, clear coat, top coat, clear topcoat.

Baca juga: Contoh Aplikasi Cat Doff 

Komponen dan Proses Curing

Pada masa lalu, hampir semua produk clear coat dibuat dari perpaduan bahan resin, solvent, dan drying oil (minyak kering). Lapisan film kering akan terbentuk setelah produk diaplikasikan dan solvent-nya menguap (ter-evaporasi) ke udara. Bila Sahabat menggunakan tipe solvent based seperti ini, Sahabat pasti akan mencium bau solvent yang sangat menyengat setelah membuka produk, selama aplikasi, dan selama beberapa hari seiring dengan pengeringan clear coat.

Namun saat ini, komposisi pernis sudah mengalami perubahan drastis. Tiap produk didesain dengan formulasi yang berlainan satu sama lain. Pada waterbone varnish dan akrilik, misalnya, lapisan film akan terbentuk setelah air dan sedikit kandungan solvent-nya menguap.

Tipe yang lain mengalami proses curing setelah direaksikan dengan pasangannya. Sebagai contoh clear coat epoksi dan PU yang sering dipakai untuk lantai. Keduanya akan membentuk lapisan keras yang protektif pasca dicampurkan kedua bagiannya. 

Fungsi Pernis

Ada dua fungsi varnish. Fungsi pertama adalah memberikan perlindungan pada lapisan finishing di bawahnya. Sedangkan fungsi kedua adalah menentukan tingkat kilap hasil finishing. Supaya lebih jelas, berikut ini rincian kedua manfaat tersebut.

Fungsi dalam memberikan perlindungan antara lain:

  1. Memberikan perlindungan dari sinar UV (ultraviolet) dengan demikian, warna cat tidak mudah kusam
  2. Memberikan perlindungan dari goresan dan bekas goresan
  3. Memberikan perlindungan dari kelembaban udara
  4. Memberikan perlindungan dari fluktuasi suhu
  5. Perlindungan terhadap bahan kimia (sangat vital untuk coating lantai)
  6. Perlindungan dari suhu tinggi
  7. Perlindungan dari beban berat
  8. Dan lainnya

Satu produk pernis tidak harus bisa memberikan semua perlindungan di atas. Beberapa produk mungkin hanya bisa memberikan perlindungan pada poin 2 dan 3, sementara yang lain bisa memberikan perlindungan pada poin 5 dan 8. 

Dan karena fungsi produk ini adalah memberikan perlindungan, maka aplikasinya biasanya dilakukan terakhir kali. Dus, bahan ini sering disebut “top coat” atau lapisan paling atas karena diaplikasikan setelah bahan yang lain. 

Bila Sahabat Kia ingin membeli clear coat yang tepat, hendaknya disesuaikan saja sesuai kebutuhan. Sebagai contoh, Sahabat ingin melakukan coating lantai pabrik. Maka pilihlah produk yang bisa menahan beban berat, goresan, dan juga bahan kimia.

Fungsi dalam Memberikan Efek Kilap

Manfaat lain aplikasi top coat adalah memberikan efek kilau. Produk ini bisa memberikan opsi kilau finishing dari ultra matte, matte (doff), egg shell, satin, semi gloss, glossy, dan high gloss. Bila Sahabat ingin membaca lebih lanjut dengan penampilan tiap kilap serta kelebihan dan kekurangannya, silahkan baca artikel kami “Mengenai Tingkat Kilap Cat.”

kilau pernis
A: Glossy, B: Semi Gloss, C: Matte

Tips Mengaplikasikan Varnish

Sahabat Kia, proses aplikasi pernis sangat tergantung berbagai faktor. Kita wajib membaca rekomendasi aplikasi produk sebelum menggunakannya. Apalagi bila produk terkait memiliki proses curing yang sangat tergantung faktor cuaca. Bila diaplikasikan pada kondisi cuaca yang tidak tepat (misalnya saat hari sedang mendung dan suhu dingin) bisa-bisa clear coat tidak akan terbentuk dengan baik.

Silahkan baca artikel KiaFinishing lainnya tentang cara aplikasi produk ini ya untuk informasi lebih lanjut.

Jenis-jenis Pernis

Lacquer atau Solvent Based. Clear coat yang menggunakan pengencer solvent seperti thiner, spiritus, dan terpentin merupakan tipe ini. Produk biasanya lebih lambat kering dan memiliki bau sangat menyengat. Aplikasinya biasanya pada finishing kayu.

Water based dan akrilik. Tipe ini menggunakan pengencer air. Kandungan solvent sangat rendah hingga 0. Produk lebih cepat kering dan tidak bau. Namun sering dikeluhkan kurang tahan lama dibanding jenis lacquer. Aplikasinya biasanya pada finishing kayu.

Pernis spar atau spar varnish. Produk ini secara sangat spesifik didesain untuk clear coat pada kayu yang terekspos dengan kondisi laut dan dekat pantai. Meski demikian, dilihat dari pelarutnya, produk ini sebenarnya tergolong solvent based clear coat.

Polyurethane. Secara tradisional, clear coat PU menggunakan sistem 2 K di mana terdapat dua komponen untuk dicampur sebelum diaplikasikan. PU memiliki sifat keras, tahan panas, tahan bahan kimia, dan lebih elastis dibanding epoxy. PU banyak digunakan untuk coating lantai dan otomotif.

Epoxy. Produk ini memiliki kualitas mirip seperti PU hanya saja lebih keras dan umumnya lebih tebal. Selain itu, epoksi juga lebih kaku dibanding PU. Epoksi biasanya dipakai untuk coating lantai juga dan otomotif.

Contoh Aplikasi Pernis

Sahabat Kia, yuk kita lihat contoh bagaimana aplikasi varnish bisa memengaruhi hasil pengecatan secara umum. 

1. Pada kayu

Bisa dilihat pada dua gambar di atas, bagian yang diaplikasikan dengan clear coat terlihat lebih mulus dan close pore. Namun, soal kilaunya tentu saja berbeda-beda.

2. Pada Lantai

lantai epoksi

Coating lantai bisa memanfaatkan berbagai jenis top coat. Untuk lantai kayu interior, bisa digunakan cat lantai akrilik dan solvent. Sedangkan untuk coating lantai semen, eksterior, serta kebutuhan berat, bisa digunakan PU dan epoksi.

3. Pada Otomotif

Pada otomotif baik itu mobil dan motor, aplikasi clear coat sangat vital. Clear coat berfungsi memberikan perlindungan dari paparan UV hingga noda. Selain itu varnis juga berfungsi menentukan kilap. Sehingga kita mengenal mobil gloss hingga mobil matte.

manfaat varnish mobil
Kiri tanpa clear coat, kanan dengan clear coat

Simpulan tentang Pernis

Sahabat Kia, kita telah membahas apa itu varnish, manfaatnya, serta tipe-tipenya. Dari penjelasan panjang di atas, ada beberapa poin yang bisa kita simpulkan antara lain:

  1. Produk ini dicirikan dengan sifat transparan dengan sedikit pigmen.
  2. Secara tradisional, komponennya adalah drying oil, resin, dan solvent. Namun sekarang, bahan-bahannya sudah sangat beragam.
  3. Manfaatnya bisa dibagi menjadi dua, yakni fungsi proteksi dan fungsi menentukan kilap cat.
  4. Terdapat sangat banyak jenis produk clear coat dari akrilik, water based, lacquer, spar, epoksi, hingga Polyurethane.
  5. Varnish digunakan pada berbagai finishing mulai dari kayu, dinding, lantai, otomotif, dan lain sebagainya.

Semoga informasi mengenai pernis ini bermanfaat ya. Terus simak berbagai informasi menarik yang lain di KiaFinishing.com.

Posting Komentar untuk "Lengkap! Penjelasan tentang Pernis Bersama KiaFinishing.com"