Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Wood Stain dari Pengertian, Contoh, dan Jenis Pewarnanya

Apa ya yang dimaksud dengan wood stain? Seperti apa finishing dengan bahan tersebut? Mari, simak penjelasannya di bawah ini. 

Pengertian dan Komposisi

Salah satu fungsi utama proses finishing adalah untuk mengubah warna suatu produk menjadi sesuai keinginan kita. Pada finishing kayu pun hal ini berlaku. Digunakan suatu produk khusus yang memiliki fungsi tersebut. 

Perubahan warna tidak harus drastis. Kadang warna hanya ditingkatkan, dipertajam, atau malah “dilembutkan.” Coba saja lihat mebel kayu di sekitar kita. Ada yang warnanya berubah menjadi warna pastel seperti biru atau merah. Namun, kebanyakan justru hadir dengan warna natural kayu. Yang terakhir disebut itu, hanya diubah warnanya supaya lebih tajam dengan aksen tertentu.

Apapun warna yang dihasilkan, jenis produk yang berperan untuk fungsi ini adalah sama. Dan di kesempatan ini, Kia akan mengupas tuntas tentang produk tersebut.

pengertian Wood Stain
Produk yang dimaksud pada penjelasan di atas adalah wood stain atau pewarna kayu. Pasti teman-teman sudah sering menggunakan produk ini, bukan?

Secara definitif, produk ini bisa diartikan sebagai bahan finishing yang mengandung colorant (pewarna) dengan fungsi utama untuk membuat suatu permukaan kayu hadir dengan tampilan yang kita inginkan.

Sama seperti produk cat yang lain, bahan ini pun mengandung binder dan pelarut. Dus, secara keseluruhan, inti bahan ini adalah binder, pelarut dan colorant. Namun, jumlah binder pada produk ini tidak banyak. Sehingga dalam aplikasinya, kita memerlukan primer yang berfungsi sebagai binding layer (lapisan pengikat).

Baca juga: Mau Beli Mobil Matte? Baca Ini Dulu

Dua Jenis Pewarna untuk Wood Stain dan Efeknya

Karena memiliki fungsi utama terkait pewarnaan, maka colorant memengaruh kualitas dan sifat produk ini secara umum. Sampai hari ini, sudah tersedia berbagai jenis coloran. Namun yang paling umum hanya dua, yakni kelompok pigmen dan kelompok dye.

Apa ya perbedaan di antara keduanya?

1. Pigmen

Pigmen memiliki ukuran lebih besar dibanding dye. Namun letaknya tidak seteratur dye. Dan karena ukuran yang besar itu, bahan ini tidak mudah rusak ketika terkena sinar UV. Paparan UV light mungkin memang akan menghancurkan pigmen, namun bahan tersebut masih bisa bertahan lewat pecahannya yang kecil sehingga dapat mempertahankan warna mulanya.

Namun pigmen bukannya tanpa kekurangan. Karena ukurannya yang besar dan letakknya yang tidak sebaik dye, warna wood stain dengan coloran ini tidak akan seindah bila menggunakan dye. Selain itu, seringkali pigmen tidak muat masuk ke pori-pori beberapa jenis kayu. Padahal, agar warna bisa bertahan lama, penting sekali colorant masuk ke pori-pori kayu. 

Silahkan Sahabat perhatikan ilustrasi di bawah ini.

pigmen dan dye

Untuk mengatasi ini, kadang suatu manufaktur menggunakan bahan bantuan seperti linseed oil. Di lain pihak, beberapa pengrajin menghindari penggunaan pigmen kecuali untuk kayu yang porinya besar seperti kayu pinus.

2. Dye

Jenis colorant yang kedua adalah dye. Dye memiliki ukuran lebih kecil karena akan "dissolve" dalam larutan. Posisinya pun lebih menyebar seperti terlihat pada ilustrasi. 

Wood stain yang menggunakan dye biasanya terlihat lebih elegan dibanding yang menggunakan pigmen. Dye pun bisa masuk ke pori-pori kayu yang ukurannya kecil.

Namun, sebagaimana pigmen, dye juga memiliki kekurangan. Ketahanan zat ini terhadap UV light kurang bagus. Akibatnya dye tidak direkomendasikan untuk dipakai pada finishing kayu luar ruangan.  

cat kayu

Mana yang Sebaiknya Dipilih? Produk dengan Pigmen atau Dye?

Sahabat Kia, saat hendak membeli produk wood stain, lebih baik, sesuaikan saja dengan kebutuhan kita. Untuk pengecatan kayu berpori besar seperti pinus, misalnya, Sahabat bisa menggunakan produk dengan coloran pigmen. Namun untuk pengecatan interior dengan kayu yang porinya kecil, pertimbangkanlah menggunakan cat yang menggunakan colorant dye.

Baca juga: Mengenal Pernis dari Pengertian hingga Jenis-jenisnya

Produk Wood Stain di Pasaran

Hingga hari ini, sudah terdapat sangat banyak produk pewarna kayu di pasaran. Berikut ini beberapa contohnya.

  1. Impra Woodstain
  2. Mowillex Woodstain Water-Based
  3. Biovarnish Woodstain
  4. Milan Acqua Stain
  5. Sapporo
  6. Nippon Paint Dark Walnut
  7. Dan lainnya

Berapa harga produk-produk tersebut? Nanti kami akan buatkan artikel tersendiri. Namun, secara umum, harga produk yang pelarutnya air sekitar Rp. 80.000,-. Sedangkan yang pelarutnya thinner atau spiritus, harganya sekitar Rp. 35.000,- hingga Rp. 50.000,-. Adapun, harga pelarutnya (thinner) biasanya sekitar Rp. 15.000,-.

Dalam hal ini, sebaiknya Sahabat juga mempertimbangkan faktor lain. Water based paint termasuk untuk pewarna kayu memiliki kelebihan berupa baunya yang sama sekali tidak menyengat. Selain itu, proses pengeringannya sangat cepat. 

Adapun, produk yang solvent based memiliki bau yang sangat pedas menyengat dan proses keringnya lama. Namun, tampilan glossynya bisa dibilang sangat baik. Harganya juga lebih murah.

Wood Stain Perlu Bahan lain

Cat kayu ini bisa diaplikasikan langsung pada kayu untuk menghasilkan finishing open pore yang terlihat unik. Finishing open pore adalah suatu gaya finishing di mana permukaan kayu tidak mulus. Tekstur alami kayu dipertahankan dan kita hanya menerapkan warna saja. 

Namun, finishing open pore kadang kurang awet. Jadi, agar lebih tahan lama tapi tetap terlihat natural, kita bisa menggunakan varnish kilau matte di atasnya. 

Ya. Varnish sebagaimana yang kita tahu memang berfungsi untuk memberikan perlindungan. Sebab secara umum, cat kayu memang tak memiliki perlindungan yang baik. Penggunaan pernis sangat direkomendasikan agar warna tidak cepat kusam dan memudar.

Tips Aplikasi Cat Kayu

Berikut ini gambaran besar cara untuk menggunakan wood stain atau cat kayu.

  1. Siapkan kayu. Bersihkan dan keringkan.
  2. Bila dirasa perlu, aplikasikan dulu dempul.
  3. Aplikasikan primer sebelum aplikasi cat kayu. Tunggu kering primer lalu amplas. Ulangi hingga 2 atau 3 kali pelapisan.
  4. Siapkan cat kayu. Encerkan sesuai rekomendasi.
  5. Aplikasikan lalu keringkan. Amplas dengan lembut agar permukaan kayu lebih halus.
  6. Ulangi lagi hingga 2 – 3 kali pelapisan.
  7. Aplikasikan clear coat dengan cara seperti di atas dengan 2 – 3 kali pelapisan bila dirasa perlu.

Simpulan

  • Wood stain adalah salah satu produk finishing kayu yang memiliki peran utama memberikan tampilan warna pada kayu.
  • Bahan ini mengandung binder dalam jumlah sedikit, solvent atau pelarut, dan juga colorant.
  • Hingga hari ini, colorant yang paling sering dipakai adalah pigmen dan dye. Pigmen lebih tahan lama namun tak cocok untuk kayu yang porinya lembut. Sedangkan dye kurang tahan lama, namun hasilnya lebih elegan dan rata.
  • Sudah terdapat sangat banyak produk seperti ini di pasaran. Merk-merk seperti Mowillex, Nippon, hingga Jotun telah memproduksi produk pewarna kayu.
  • Silahkan beli yang paling sesuai kebutuhan Anda.

Semoga informasi mengenai wood stain ini bermanfaat untuk pembaca Kiafinishing!

Posting Komentar untuk "Mengenal Wood Stain dari Pengertian, Contoh, dan Jenis Pewarnanya"